Tampilkan postingan dengan label Bangking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bangking. Tampilkan semua postingan

JAKARTA - Menginjak usia 10 tahun Kaskus mulai fokus untuk menghadapi tahun 2010. Salah satu persiapan yang dilakukan Kaskus Networks di antaranya adalah meluncurkan KasPay.

Menurut Ken Dean Lawadinata, CEO Of Kaskus Networks, Kaspay akan beroperasi laiknya eWallet yang akan dijadikan alat untuk transaksi jual beli di seluruh transaksi online.

"Kaspay akan kami luncurkan pekan depan," ujar Ken pada acara Perayaan Ulang Tahun ke-10 Kaskus di Poste, The east building, Kuningan, Jakarta, Jumat (6/11/2009).

Untuk menggunakan KasPay pengguna cukup melakukan sign up di website KasPay. Sedangkan untuk member Kaskus, cukup memasukkan username dan password. Anggota KasPay kemudian dapat melakukan Top Up dan kirim ke akun bank yang telah disiapkan.

Sebagai contoh, KasPay bisa digunakan untuk memudahkan membeli pulsa operator telekomunikasi. Pengguna KasPay bisa langsung memesan lewat e-pulsa dengan sistem pembayaran menggunakan saldo yang telah ada di Kaspay.

Selain itu, Kaskus juga akan mengembangkan Forum Jual Beli agar pelanggan lebih mudah, nyaman dan aman dalam bertransaksi. Termasuk mengintegrasikannya dengan Kaspay.

Dari segi keamanan, Kaskus sangat menjamin karena sistem yang digunakan adalah menahan pembayaran dari Kaspay sampai barang diterima ke pelanggan.

"Kaspay juga akan terintegrasi dengan toko online di Indonesia," ujar Ken.

Selama ini, Forum Jual Beli menjadi pilihan para kaskuser untuk bertransaksi. Berdasarkan data Kaskus, handphone berada di urutan pertama top FJB. Setelah itu, kategori lainnya otomotif roda empat, roda dua aksesoris, fauna, otomotif aksesoris roda 4 dan komputer.

Sedangkan untuk Top Search di FJB, antara lain adalah produk Blackberry, Nokia, iPhone, iPod, Nike shoes, Honda.


Sumber : okezone

LONDON - Pihak berwajib, baik kepolisian maupun kejaksaan, dilaporkan telah mengintai nomor telepon dan alamat email warganya sebanyak 1.400 kali sehari.

Menurut pihak berwajib di Inggris, seperti dilansir melalui Telegraph, Senin (10/8/2009), mereka telah menyetujui sekira 500.000 permintaan pihak berwajib yang ingin melacak komunikasi data pribadi milik warganya pada tahun lalu. Semua ini dilakukan semata-mata atas nama penyelidikan dan kelancaran proses hukum.

Jika dibandingkan dengan jumlah populasi di Inggris, angka 500.000 pengintaian itu sama dengan satu dari 78 remaja di Inggris pernah diintai oleh pihak hukum di negara tersebut.

Dimantapkan oleh Sir Paul Kennedy, anggota komisi regulasi komunikasi di Inggris, angka tersebut sebenarnya telah menurun dibanding tahun lalu. Jika tahun ini terdapat permintaan intaian sekira 504.073, maka tahun 2007 lalu mencapai 519,260 unit permintaan. Kebanyakan permintaan tersebut datang dari pihak kepolisian dan keamanan, seperti MI6.

Sayangnya, kebanyakan dari permintaan tersebut ternyata berujung pada kesalahan nomor telepon dan email, ataupun data eror. MI6 misalnya, tahun lalu menemukan dari sekian banyak permintaan yang ada, 50 persennya merupakan alamat email dan nomor telepon yang salah dan tidak terdata. Artinya, kebanyakan alamat email dan nomor telepon yang diberikan untuk diintai, tidak benar. Jumlahnya, mencapai 595 eror. (srn)

Sumber : Okezone

JAKARTA - Metode paling efektif untuk mencegah penyadapan data melalui Wi-Fi adalah menggunakan VPN. Namun, VPN terlalu rumit karena pada saat ini tidak ada solusi VPN plug-and-play.

Bagi masyarakat modern, teknologi Wi-Fi (Wireless-Fidelity) adalah bagian kehidupan sehari-hari. Di kota-kota besar di Indonesia, Wi- Fi tidak hanya merambah perkantoran, juga pusat-pusat perbelanjaan, restoran, kedai kopi, hotel, kampus, dan bahkan perumahan-perumahan. Fungsi utama Wi-Fi adalah akses internet nirkabel.

Di tempat-tempat umum, Wi-Fi ada yang disuguhkan gratis dan ada pula yang berbayar. Di tempat-tempat umum pula, misalnya di pusat perbelanjaan, biasanya tersedia banyak sekali pilihan titik akses. Titik-titik akses itu tampak ketika pengguna notebook harus memilih SSID (Service Set Identifier) alias nama jaringan nirkabel yang hendak digunakan. Saat sebuah notebook sudah terhubung dengan SSID tertentu, maka notebook itu pun sudah masuk ke jaringan Wi-Fi.

Malware Analyst Kaspersky Lab Christian Funk memperingatkan, pengguna notebook harus waspada ketika mengakses Wi-Fi di tempat umum. Sebab, Funk menegaskan, akses internet melalui jaringan Wi-Fi sangat rawan serangan berupa pembajakan data. Untuk menjebak korban, penjahat umumnya membuat titik akses nirkabel (hotspot) gratis atau menyalin halaman login para penyedia layanan Wi-Fi tepercaya. Selanjutnya, penjahat tinggal menunggu korban terpancing masuk ke jaringan-jaringan berbahaya tersebut.

"Untuk melakukan serangan ini, pelaku tidak perlu memiliki pengetahuan teknis komputasi tingkat tinggi. Pelaku hanya perlu membuat titik akses palsu guna menjebak korban. Setelah korban terperangkap, maka pelaku bisa menyadap data yang diketikkan korban di halaman-halaman web yang dibuka melalui Wi-Fi," tutur Funk.

Funk menjelaskan, target utama serangan ini adalah mencuri informasi kartu kredit korban saat korban melakukan transaksi online menggunakan Wi-Fi. Namun, penjahat juga bisa mencuri informasi lain seperti akun e-mail sekaligus password-nya, serta akun-akun yang digunakan korban untuk mengakses situs-situs internet, misalnya situs-situs jejaring sosial.

Funk memperingatkan, pencurian data tersebut memiliki konsekuensi serius. Sebagai contoh, apabila penjahat mampu mencuri informasi kartu kredit korban, maka penjahat bisa memanfaatkan kartu kredit korban untuk berbelanja. Tagihan belanja itu pun jatuh ke korban. Padahal korban tidak pernah melakukan belanja tersebut.

Contoh yang lain, apabila penjahat mampu mencuri akun dan password dari e-mail korban, maka penjahat bisa memanfaatkan e-mail korban untuk menebar spam (e-mail tidak diinginkan). Kejahatan-kejahatan pun bisa dilakukan apabila penjahat mampu mencuri akun lain, seperti akun situs jejaring sosial.

Funk menegaskan, metode paling efektif untuk mencegah pembajakan data melalui jaringan Wi-Fi adalah menggunakan VPN (Virtual Private Network). Dengan VPN, data dari notebook pengguna dikirimkan ke server melalui sebuah terowongan virtual, demikian pula sebaliknya. Alhasil, data tersebut tidak dapat disadap. Namun begitu, Funk mengakui, teknologi VPN terlalu rumit bagi sebagian besar pengguna notebook.

"Enkripsi lalu lintas data nirkabel terlalu rumit bagi pengguna. Pada saat ini pun belum ada solusi VPN yang bersifat plug-and-play (bisa digunakan tanpa perlu setting)," tandas Funk.

Tanpa VPN, pengguna Wi-Fi hendaknya jangan melakukan transaksi finansial atau mengakses internet banking. Juga, pengguna harus rajin-rajin mengganti password dari akun-akun yang dimiliki. Jika harus melakukan transaksi internet banking secara mobile, Funk menyarankan, pengguna notebook sebaiknya menggunakan jaringan internet 3G.

"Internet 3G menjadi alternatif menarik dari Wi-Fi karena lalu lintas data 3G lebih sulit dibajak. Juga, jaringan internet 3G memiliki cakupan lebih luas daripada Wi-Fi. Kecepatan internet 3G juga lebih dari cukup untuk sebagian besar tujuan komputasi bergerak," papar Funk. (jri)


Sumber : Okezone